Np : Last Child - Diary Depresiku*
Ku ingat saat ayah pergi dan kami mulai kelaparan
Hal yang biasa buat aku hidup di jalanan
Disaat ku belum mengerti arti sebuah perceraian
Yang hancurkan semua hal indah yang dulu pernah aku miliki
Wajar bila saat ini ku iri pada kalian
Yang hidup bahagia berkat suasana indah dalam rumah
Hal yang selalu aku bandingkan dengan hidupku yang kelam,
tiada harga diri agar hidupku terus bertahan...
Keras,
gamblang, dan jujur. Demikian lirik lagu "Diary Depresiku" mengalir apa
adanya. Tanpa pretensi, tanpa upaya mencari simpati. Ini adalah kisah
hidup nan sungguh, tanpa dekorasi metafora. Kisah tiga anak muda yang
mengalami betul kerasnya hidup sejak masih berusia belia.
Lahir
di timur Jakarta pada awal tahun 2006 silam, Last Child terbentuk dari
trio Virgoun (vokal & gitar), Dimas (bass & vokal), dan
Ary (drum).
Mereka berubah menjadi kuartet sejak Juli 2009, merekrut
Yodi (gitar) untuk memperkaya eksplorasi musik mereka. Setelah
merilis mini album di 2001 berjudul "Grow Up" dengan 100% semangat
swadaya,
tahun 2008 lalu di bawah bendera Fake Records mereka unjuk gigi
dengan album berjudul "Everything We Are Everything". Album yang
perlahan tapi pasti semakin memperluas basis massa Last Friends, sebutan
bagi fans Last Child. Album ini juga melahirkan hits di kalangan Last
Friends seperti "Diary Depresiku", "Pedih", & "Kembali".
April 2010, tercatat lebih dari 110,000 orang Last Friends secara rutin berinteraksi di dunia maya Dan berkat kesetiaan nan spartan dari Last Friends pula, RBT Last Child
dari album "Everything We Are Everything" sudah menembus angka lebih
dari 300,000 download. Sungguh sebuah angka yang fenomenal bagi sebuah
band indie yang belum terlalu dikenal oleh masyarakat luas.
Dibawah
naungan Dr.M lagu "Diary Depresiku dimastering ulang oleh Jemi
Sitanayah, MMus (Mastering of Music, sound engineering), seorang putra
tanah air jebolan Berklee College of Music, USA.
Dan
Hingga saat ini (November 2010), tercatat bertambah menjadi lebih dari
850,000 orang Last Friends yg berinteraksi di Fanpage mereka. Dan juga
angka download RBT yang semakin meningkat.
Dengan
kepercayaan penuh akan kerja keras dan ketulusan jiwa, Last Child siap
terus menginspirasi generasi muda di luar sana dengan satu pesan
penting:
..kerasnya hidup tak selayaknya mematahkan asa untuk berkarya..
Dengan
kepercayaan penuh akan kerja keras dan ketulusan jiwa, Last Child siap
terus menginspirasi generasi muda di luar sana dengan satu pesan
penting:
..kerasnya hidup tak selayaknya mematahkan asa untuk berkarya..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
matur tengkyu kawann...